02 November 2009

DARI SABANG SAMPAI MERAUKE

Semua orang di negara tercinta kita Indonesia pasti hafal lagu "Dari Sabang Sampai Merauke" karangan R Surarjo.

"Dari Sabang Sampai Merauke" adalah gambaran luas wilayah Indonesia yang membentang dari Sabang, sebuah pulau kecil di ujung utara Pulau Sumatera, hingga Merauke, sebuah kota di sisi timur Pulau Papua. Nah, jika bicara jarak bentangan negeri Nusantara ini, di manakah titik nol kilometer Indonesia?

Merujuk pada lagu di atas, titik nol itu ada di Kota Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam. Di sana ada Tugu Kilometer Nol. "Lokasi ini (Kilometer Nol) banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, apalagi setelah jalan menuju tempat bersejarah tersebut kini sudah mulus. Yang diperlukan sekarang kiat untuk mempromosikannya," kata tokoh masyarakat setempat, Adnan Hasyim, Sabang

Tugu Kilometer Nol merupakan sebuah bangunan yang menjulang setinggi 22,5 meter berbentuk lingkaran berjeruji. Semua bagian tugu ini dicat berwarna putih. Di bagian atas lingkaran ini menyempit seperti mata bor. Di puncak tugu bertengger patung burung garuda menggenggam angka nol. Sebuah prasasti marmer hitam menunjukkan posisi geografis tempat ini: Lintang Utara 05 54' 21,99" Bujur Timur 95 12' 59,02".

Tugu ini berdiri di sebuah bukit yang sepi dengan laut biru membentang di bawahnya. Pemandangan dari atas bukit ini cantik sekali dengan pemandangan laut membiru dan suara angin menderu. Tempat ini merupakan sebuah kawasan hutan lindung di ujung Pulau Weh. "Pemandangannya indah. Sore hari bisa kita saksikan matahari terbenam karena berada ujung paling barat di pulau tersebut," tutur Adnan.

Sarana transportasi menuju Tugu Kilometer Nol yang diresmikan mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala BPPT BJ Habibie sekitar tahun 1997 itu sudah selesai dibangun Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias sepanjang 29 km dari pusat Kota Sabang. Sepanjang jalan menuju lokasi Tugu dikelilingi hutan dan pantai. Perjalanan ke sana adalah keindahan yang lain. Puluhan monyet dapat dijumpai sepanjang jalan..

Nah yang sekarang batas akhir negara indonesia kita ini nih...

Sering kali kita nyanyikan lagu Dari Sabang Sampai Merauke, yang mungkin pada saat diciptakan lagu itu sang pengarang lupa kalau matahari selalu terbit lebih dulu di Merauke baru kemudian daerah lainnya mendapat bagian dan terakhir di Sabang, selain itu ada 2 tugu kembar yang dibangun di Indonesia, bentuknya sama persis cuma letaknya satu di Merauke dan lainnya di Sabang, sehingga dinamakan “TUGU KEMBARAN SABANG MERAUKE”

Tugu Kembaran Sabang Merauke yang terletak di Distrik Sota Kabupaten Merauke, berjarak 75 kilometer dari pusat kota Merauke dan berjarak 3 kilometer dari Tugu perbatasan dengan Negara Papua New Guinea (PNG).Kedua Tugu ini merupakan daerah Wisata minat khusus, dan sering dikunjungi tamu-tamu Negara, karena dianggap kurang afdol kalau belum sampai di perbatasan RI-PNG atau ujungnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada saat akan masuk di Tugu Perbatasan RI-PNG, kita disambut oleh Gapura dengan kata-kata “GOODBYE AND SEE YOU AGAIN ANOTHER DAY” dan sebaliknya setelah kita kembali tertulis kata-kata “WELCOME TO REPUBLIK INDONESIA” yang menandakan kita telah kembali ke Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disekitar Tugu Perbatasan dapat ditemui pohon-pohon yang berukuran cukup besar dan terdapat juga Musamus (rumah semut yang terbuat dari tanah) yang berukuran cukup besar mencapai tinggi dua kali ukuran manusia dan terus berkembang karena didalamnya terdapat jutaan semut yang hidup dan terus berkembang biak dan membangun tanpa henti tanpa merusak daerah sekitarnya.

Kendaraan yang dapat digunakan pada umumnya adalah semua kendaraan bermotor mulai dari sepeda motor, mobil dan bis, karena jalan yang dilalui berupa jalan aspal yang bagus walau ada beberapa bagian jalan yang berlubang. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai daerah ini dengan kecepatan normal adalah 90 menit.Yang kurang disini adalah belum adanya Dinas Pariwisata yang mengelola dengan menarik retribusi, sehingga semua yang masuk gratis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon komentar tidak mengandung hal-hal yang bertentangan dengan adat ketimuran..

Tulisan yang paling banyak dikunjungi